1. Cari tahu apa yang membuat Anda ingin menceritakan kejelekan atau kelemahan rekan Anda.
Mungkin Anda hanya bermaksud menceritakan sesuatu yang menarik atau lucu di tengah percakapan Anda dengan orang lain. Atau mungkin Anda merasa perlu menyebarkan informasi tersebut karena Anda adalah orang yang pertama kali mengetahuinya. Atau Anda sedang merasa tidak bahagia dengan hidup Anda sendiri sehingga menceritakan kejelekan orang lain dapat memuaskan hati Anda? Apapun alasan yang membuat lidah Anda kelepasan, Anda harus memahami mengapa Anda merasa berhak untuk menceritakan kejelekan orang lain, sehingga selanjutnya Anda dapat mengetahui cara untuk berhenti dari kebiasaan buruk tersebut.
- Labil: Orang yang merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri biasanya akan menjelek-jelekkan orang lain agar ia terlihat lebih baik.
- Bosan: Saat Anda sedang merasa bosan, kejelekan teman sendiri memang merupakan topik yang paling menarik untuk memulai percakapan yang seru. Akan tetapi, hal tersebut malah semakin menunjukkan kurangnya kreativitas Anda dalam mencari topik pembicaraan.
- Dendam: Saat marah atau sakit hati dengan orang lain, Anda mungkin merasa bahwa sakit hati Anda akan terobati jika teman dan lingkungan Anda mengetahui bahwa orang yang menyakiti hati Anda tersebut memiliki banyak kejelekan dan kelemahan. Menceritakan kejelekan orang lain karena dendam menunjukkan bahwa kita kurang menghargai diri sendiri serta orang lain. Dan jika kita melakukan sesuatu karena dendam, hidup kita tidak akan pernah terasa bahagia dan tercukupi.
- Perlindungan: Anda mungkin pernah merasa menjadi korban seseorang, entah karena keegoisan, perselingkuhan, dan sebagainya. Anda ingin memperingatkan orang-orang di sekitar Anda agar tidak menjadi korban serupa. Jika ini yang menyebabkan Anda menceritakan kejelekan orang lain, segeralah berhenti dan biarkan orang-orang di sekitar Anda menyimpulkan sendiri.
- Humor: Di zaman sarkasme ini di mana para komedian di TV dengan santainya menghina orang lain as if they were nothing, banyak orang yang berpikir bahwa menghina orang lain akan membuat mereka menjadi lucu. Padahal, humor yang baik tidak condong ke arah penghinaan, peremehan, atau gosip.
- Dangkal: Jika salah satu dari hal di atas tidak menjadi alasan Anda untuk menceritakan kejelekan orang lain, maka bisa jadi Anda selama ini tidak berpikir terlalu dalam atau terlalu jauh. Anda berasumsi bahwa teman Anda adalah orang yang santai dan tidak mudah sakit hati, sehingga tidak apa-apa jika Anda menghinanya tanpa memikirkan perasaannya. To be honest, teman Anda bukannya tidak punya perasaan, hanya saja mereka tidak menunjukkannya secara terang-terangan di depan Anda.
"If you have a burning desire to break free, try taking some steps to achieve it. Put in some time each night to build a side business. Brainstorm what kind of transferable skills you’ve picked up. Talk to potential customers and ask what they need help with."
— http://theperpetualvacation.com/side-business/
Introverted, Sensing, Feeling, Perceiving

- Enjoy helping people to achieve their goals, as they find meaning in being useful to others.
- Prefer to support others quietly and in the background, and may not have any desire to control or lead people and projects. As a result, their accomplishments may be underestimated by others.
- Prefer to keep a low profile and do not usually like to be in positions that require them to speak publicly or lead large groups.
- Like a courteous work environment where they can work quietly.
- Because they are so tuned to their physical surroundings, it’s often important that their work environment is aesthetically pleasing.
- Value common sense and facts, often searching for a practical and immediate solution to a problem.
- Enjoy hands-on activities, and often gain satisfaction when they can create a tangible result from their efforts.
- Need some time alone, or with just a few close friends, so they can recharge and renew.
- Selective about whom they trust. They may appear reserved or quiet, but often have a gentle warmth and enthusiasm.
- Greatly value their relationships, usually showing appreciation through deeds rather than with words.
Just bought and read a book by Ollie: Yes, You Can! So far, it’s one of the books that I finished fast. Not only that the words flow well and the illustrations are lovely, but I can also relate to the writer in many things, e.g. the shyness, the IT background, the former staff who dreamed to be an entrepreneur, and the list goes on…
The book motivates me. The writer shares her stories that show everyone can dream big and reach it, she also gives tips on how to start changing our mindset and taking our first action.
And since it has a lot of inspiring quotes, I want to share them here, for me as a reminder and for you to get inspired too. :)
"Nothing stops negative back-talk faster than recalling your own flaws. We’ve all got them."
— TSN
Sudah hampir sebulan kita melalui tahun 2013. Jujur, sejauh ini saya melaluinya tanpa arah. Hanya mengikuti arus rutinitas. Bangun, kerja, tidur, jalan-jalan saat akhir pekan. Kalaupun ada proyek di luar rutinitas yang saya lakukan (contohnya, renovasi rumah), itupun tanpa perencanaan yang matang dan pencatatan yang baik.
Oleh karena itu, sebelum bulan kedua terlewati dengan sia-sia, saya akan mendaftar apa saja yang menjadi resolusi saya di tahun 2013. Resolusi adalah harapan yang menjadi prioritas dalam doa dan usaha. Dengan memiliki resolusi, saya harap waktu yang saya miliki di tahun ini dapat saya isi dengan lebih fokus dan terarah. Amin.
1. Hamil atau punya anak dengan suami tercinta. Semoga Allah mengizinkan kami.
2. Shalat fardhu di awal waktu, dilengkapi dengan shalat sunnah rawatib.
3. Mengaji setiap hari.
4. Shalat dhuha dan tahajjud minimal dua hari sekali.
5. Les menyetir mobil sampai lancar.
6. Bikin SIM A dan SIM C.
7. Les berenang sampai menguasai 2 gaya.
8. Ikut kelas yoga / pilates / aerobic / fitness minimal seminggu sekali.
9. Masak menu baru setiap bulan.
10. Jahit 6 baju dengan desain sendiri.
11. Renovasi rumah selesai dan bisa ditinggali dengan suami.
Bismillahirrahmanirrahim.