Korupsi: Tak Hanya Milik Pejabat
Di Indonesia, korupsi sering dipersepsikan secara sempit sebagai penyelewengan uang dalam jumlah besar yang dilakukan oleh pejabat pemerintah. Yang biasanya menjadi kata kunci adalah “uang” dan “besar”. Padahal, menurut pendapat saya, yang perlu dijadikan fokus adalah kata “penyelewengan”. Penyelewengan, apapun bentuknya dan berapapun jumlahnya, adalah korupsi juga. Contoh penyelewengan yang bentuknya bukan “uang” adalah mencontek atau berselingkuh; sedangkan contoh penyelewengan yang jumlahnya tidak “besar” adalah mentraktir pacar dengan menggunakan uang makan yang akan di-reimburse oleh kantor.
Seringkali kita menghujat para pejabat yang melakukan korupsi. Padahal, coba lihat dan evaluasi diri kita sendiri. Jangan-jangan budaya korupsi justru sudah mengakar dan dianggap wajar di kalangan rakyat biasa seperti kita. Untuk kasus mencontek, saya akan mengutip sebuah artikel bagus dari koran The Jakarta Post:
Community is sick, exam cheating seen as normal.
It is no wonder that our country is losing the fight against corruption.
Similar to corrupt people who justify any means to become rich, students cheat to get good exam scores.These kids will grow into corrupt adults who will cheat and manipulate their way to reach wealth and success.
Puasa Syawal
Keistimewaan Puasa Syawal
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164, dari Abu Ayyub Al Anshori)
Para ulama mengatakan bahwa orang yang melakukan satu kebaikan akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang setara. Puasa Ramadhan dilakukan selama sebulan, berarti akan setara dengan puasa 10 bulan. Puasa Syawal dilakukan selama 6 hari, berarti akan setara dengan 60 hari atau 2 bulan. Oleh karena itu, jika seseorang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa Syawal, maka dia seperti melaksanakan puasa setahun penuh. Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban, dari Tsauban–bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)
Waktu yang Paling Utama untuk Melakukan Puasa Syawal
Puasa Syawal paling afdhol (utama) dilakukan secara berturut-turut sehari setelah shalat Idul Fitri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal, maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan. (Dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitab Syarh Muslim)
Apabila seseorang berhalangan seperti sakit, dalam keadaan nifas, sebagai musafir, sehingga tidak mampu berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka boleh orang seperti ini meng-qodho’ (mengganti) puasa Syawal tersebut di bulan Dzulqaidah. (Dari kitab Syarh Riyadhus Sholihin)
Puasa Syawal dan Hutang Puasa Ramadhan
Seseorang yang masih memiliki tanggungan puasa Ramadhan lebih baik menunaikannya terlebih dulu sebelum melakukan puasa Syawal karena bagaimanapun perkara wajib harus lebih diutamakan daripada perkara sunnah. Alasan lainnya adalah karena dalam hadits di atas, Rasul mengatakan, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan…” Jadi, apabila puasa Ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan puasa, maka tanggungan tersebut harus ditunaikan terlebih dulu agar mendapat pahala seperti puasa setahun penuh.
Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dulu sedangkan dia masih memiliki tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah biasa dan tidak mendapatkan ganjaran puasa Syawal karena kembali ke perkataan Rasul tadi, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan…” (Dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam kitab Syarh Mumthi’).
Referensi:
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-syawal-puasa-seperti-setahun-penuh.html
http://rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2712-lima-faedah-puasa-syawal.html
— Albert Clarke
I don’t need from you a waterfall of careless praise
And I don’t need a trophy for all the games I’ve played
But all I want is your eyes
In the morning as we wake
For a short while
And I don’t need you to catch my wandering mind
And I don’t expect a southern girl to know the northern lights
And all I want is your eyes
In the morning as we wake
For a short while
And I do need the wind across my pale face
And I do need the fern to unfurl in the spring
And I do need the grass to sway
Yes, I do need to know my place
But all I want is your eyes
In the morning as we wake
For a short while
The Door And The Key
Dulu Herdy pernah bilang, dia ingin kami punya mug kembar untuk dibawa ke kantor, kalau bisa custom-made, dengan gambar yang bisa membuat kami ingat satu sama lain. Saya coba browsing di kaskus dan ketemu beberapa penjual mug custom-made. Tapi lalu saya bingung, bagusnya digambari apa ya? Nama kami berdua? Foto? Kartun couple? Karena keterusan bingung, akhirnya mug belum jadi dipesan.
Pada suatu Jumat, saat keduanya sudah gajian, kami jalan-jalan ke PS sepulang dari kantor. Tiba-tiba saja nyasar di tempat perabotan rumah. Dan ketemulah dengan dua mug lucu ini: the door and the key.

I got the door. And he got the key. We both love these mugs so much! Filosofinya bagus sekali. Sebuah pintu hanya dapat dibuka oleh sebuah kunci yang tepat, begitu juga dengan hati seseorang. He is the key to my door. And I hope that we fit each other, until forever.

Getting used to this person, I know that I’m not gonna let him down
He’s on my mind in the mornings and every waking hour of the day
Stop pretending, you know that it’s ending with you, with you
Stop pretending, you know what I’m sending to you, to you
You know I write summer songs for no reason, but to make you smile when you feel down, to take away the deepest frown
You know I write summer songs for no reason, but to take your mind of worldly things, to make you know what summer makes me think
Letting him do the talking, I have already said what there’s to say
He’s in the photos I’ve taken and every story that I choose to tell
Stop pretending, you know that it’s ending with you, with you
Stop pretending, you know what I’m sending to you, to you
You know I write summer songs for no reason, but to make you smile when you feel down, to take away the deepest frown
You know I write summer songs for no reason, but to take your mind of worldly things, to make you know what summer makes me think